Minggu, 06 Oktober 2013

Perlunya Penanaman Konsep Kepada Siswa

Banyak siswa belajar matematika di sekolah seperti terburu-buru, kenapa saya katakan demikian? Coba perhatikan ketika guru matematika memberikan materi pembelajaran, siswa selalu menunggu cara cepat (carcep) dan tidak menghiraukan yang lainnya. Jika guru tidak memberikan carcep maka mereka akan menuntut agar guru tersebut memberikan carcep. Siswa yang seperti ini selalu berpikir praktis, mereka belajar bukan untuk mematangkan proses berpikir tetapi belajar hanya untuk sekedar tahu saja. Saya kawatir jika ini dibiarkan maka siswa tidak akan mendapatkan apa-apa dari sekolah.

Fenomena carcep sering kita jumpai dibimbingan-bimbingan belajar, siswa dituntun harus bisa menyelesaikan soal secepat dan sebanyak mungkin dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah agar mereka bisa masuk ke perguruan tinggi favorit yang mereka idamkan. Bimbingan belajar itu seharusnya hanya berfungsi sebagai tempat untuk mematangkan siswa yang sudah paham akan konsep, dan bimbingan belajar itu juga seharusnya sebagai tempat siswa untuk berlatih dan mematangkan diri mereka dalam mengerjakan berbagai jenis soal yang belum sempat dibahas di sekolah.

Seharusnya siswa diarahkan atau dibimbing oleh guru agar mereka bisa menemukan konsep pembelajaran itu dan pada akhirnya mereka sendirilah yang menemukan cara cepat itu, bukan guru yang memberikannya. Pada awalnya ini memang sulit, karena merubah kebiasaan dan mind set siswa itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh guru yang cerdas, kreatif, pintar, dan penyabar. Jika siswa sudah terbiasa menemukan konsep pembelajaran itu maka ilmu yang mereka perolah akan lebih lama bertahan, bahkan tidak tertutup kemungkinan mereka akan dapat mengembangkan apa yang mereka peroleh tersebut menjadi sesuatu hal yang baru. Pembelajaran yang seperti inilah yang tentunya kita harapkan. Berikut ini saya akan memberikan contoh soal tentang perlunya pemahaman konsep pada materi pertidaksamaan.

Soal:
Tentukanlah himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut
Pembahasan:
Kebanyakan orang jika menemukan soal seperti di atas akan mengerjakan seperti cara di bawah ini. Apakah anda juga termasuk?

HP 1:

HP 2:
Dari HP 1 dan HP 2 diiriskan sehingga diperoleh himpunan penyelesaiannya:
Sekarang dari himpunan penyelesaian yang sudah diperoleh mari kita ambil sembarang nilai x=18. Kita substitusikan x=18 ke soal, apakah x=18 merupakan solusi?
Ternyata tidak, karena:
Sekarang akan saya berikan beberapa konsep tentang pertidaksamaan tersebut.
Konsep 1: Bilangan yang berada dibawah tanda akar selalu bernilai positf atau sama dengan nol.
Konsep 2: Karena di ruas kiri selalu bernilai positif atau sama dengan nol, maka ruas kanan harus bernilai lebih besar dari nol.
Konsep 3: Agar memudahkan cara menyelesaikan pertidaksamaan tersebut maka tanda akar dihilangkan terlebih dahulu dengan cara mengkuadratkan kedua ruas.
Dengan mengikuti ketiga konsep tersebut coba selesaikan ulang pertidaksamaan tersebut. Selamat mencoba !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar